Notice: Constant TEST_MODE already defined in /var/www/clients/client2/web16/web/index.php(13) : runtime-created function on line 1 S3 Ilmu Peternakan | Just another WordPress site

Sapi Bali Betina

Ayam Buras Jantan

Sapi Bali Jantan

Rapat Persiapan HUT FAPET

Rapat Persiapan HUT FAPET Unud

Rapat Persiapan HUT FAPET Unud

Dengan diskusi yang alot antara panitia dan anggota rapat, telah disetujui Tema

Rapat Persiapan HUT FAPET Unud

Rapat Persiapan HUT FAPET Unud

yang diusung dalam menyambut HUT FAPET Unud, adalah “SATWIKA SADHU MAHARDDHIKA” Menjaga Insan Fakultas Unud Yang Santun dan Profesional. rapat yang dibuka oleh Dr. Ir. Ni Nyoman Suryani, M.Si. (Ketua Panitia) didampingi oleh Dr. Dewi Ayu Warmadewi, S.Pt.M.Si. (Sekretaris). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun akan melibatkan seluruh sivitas akademika Fakultas Peternakan Unud. Rapat yang dilaksanakan di Gedung Agrokomplek Kampus Sudirman Denpasar pada tanggal 3 Mei 2017 berlangsung dengan sangat baik.

SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN

OM SWASTIASTU,,,
Kami dari keluarga besar Program Studi Doktor Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana mengucapkan SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN semoga kedamaian menyertai kita semua.
Untitled-2
 
 
 
 
 
 
 
OM SANTHI, SANTHI, SANTHI OM

Sosialisasi Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO)

PR III Dr. I Nyoman Suyatna, SH.MH. saat membuka acara sosialisasi akreditasi perguruan tinggi online (SAPTO)

PR III Dr. I Nyoman Suyatna, SH.MH. saat membuka acara sosialisasi akreditasi perguruan tinggi online (SAPTO)

Sosialisasi Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) merupakan salah satu program dari Dikti khusunya dalam pengajuan akreditasi dan reakreditasi untuk PS, Fakultas ataupun Universitas. Program ini sudah mulai dikembangkan di tahun 2017 disamping  bisa mengefesienkan waktu ataupun biaya dalam pengiriman borang ke BAN-PT. Unud sendiri, Program SAPTO ini sudah disosialisasikan pada tanggal 31 maret 2017 di gedung Lt. IV Fakultas  Ekonomi & Bisnis Denpasar. Acara yang dibuka oleh Rektor Unud dalam hal ini diwakilkan oleh Dr. I Nyoman Suyatna, SH,MH (Pembantu Rektor III) yang didampingi oleh ketua LP3M Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc.,Ph.D. Dengan adanya Program ini  Pengajuan Akreditasi atau reakreditasi melalui SAPTO diharapkan bisa meningkatkan kualitas borang akreditasi yang nantinya akan berdampak terhadap nilai akreditasi itu sendiri. Sosialisasi yang dihadiri oleh para Dekan dari masing-masing Fakultas, Ketua Program Studi dan Perwakilan dari lembaga terkait di universitas udayana berlangsung dengan baik dan lancar.

ANTISIPASI MENINGITIS Steptococccus suis PADA BABI

ANTISIPASI MENINGITIS  Steptococccus suis PADA BABI

Komang Budaarsa

         Menyikapi permasalahan  Meningitis Streptococcus suis (MSs) yang mulai merebak di beberapa daerah di Bali langkah yang  sudah diambil oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali harus diapresiasi.  Mereka   dengan cepat turun langsung ke lapangan mengunjungi beberapa peternak.   Langkah demikian tentu akan bisa menenangkan masyarakat.   Masyarakat harus diedukasi, apa dan bagaimana sebenarnya MSs itu.  Tidak semua babi yang ada di Bali terinfeksi MSs.   Streptococcus suis (S.s)  memang salah satu bakteri yang sumber penularannya melalui babi.  Sebenarnya keberadaan bakteri tersebut bukanlah hal baru.   Sudah sekitar 20 tahun terakhir  bakteri tersebut menjadi masalah pada peternakan babi, karena tidak saja menginfeksi babi,  tetapi juga dapat menginfeksi manusia (Zoonosis).

 Gejala Babi yang terinfeksi S.s

  • Kebengkakan pada sendi kaki baik kaki belakang maupun kaki depan.
  • Suhu tubuhnya  naik.
  • Babi tidak mau makan/nafsu makan menuru.
  • Kulitnya kelihatan kemerahan, baik pada babi putih maupun babi hitam.
  • Ingusan dan ngorok.
  • Sering juga diikuti dengan konstipasi/susah berak.
  • Ada juga yang batuk darah.

Jika babi bisa bertahan hidup, melampaui masa akut akan terlihat gejala kelumpuhan dan menyerat kakinya saat berjalan.  Gejala demikian memang kadang ada kesamaan dengan gejala penyakit lain.  Langkah paling aman jika ada gejala-gejala demikian cepat melapor kepada petugas kesehatan hewan kecamatan atau temui dokter hewan terdekat.

 Penularan

  • Melalui kontak kulit dengan babi terinfeksi, terutama kalau kulit kita ada yang luka.
  • Mengkonsumsi daging babi yang masih mentah atau diolah tidak dengan matang.

Dari beberapa literatur melaporkan bahwa bakteri S.s akan mati pata suhu 56oC, dan akan mati juga dengan desinfektan.  Oleh karena itu memasak daging babi dengan matang di atas 60oC wajib dilakukan. Kebiasaan makan lawar barak dengan darah segar untuk sementara dihentikan dulu. Komoh (kuah) kalau dimasak dengan matang sampai mendidih (ngerodok), pastilah aman.

Mengukur Suhu Babi Guling

 Pencegahan

  • Menyemprot kandang babi dengan desinfektan (karbol, lisol, dll) seminggu sekali, bisa dibeli di poultryshop atau toko-toko penjual sarana peternakan.
  • Menjaga kebersihan kandang, tempat pakan dan minum.
  • Jangan memberikan pakan dari limbah hewan yang sakit.
  • Jangan memotong babi yang sakit.
  • Jangan membuang limbah pemotongan ternak sembarangan.

 Pengobatan

  • Biasanya dokter hewan  memberikan preparat penisilin, oxytetracyclin dan kanamycin.

 Babi Guling Aman

Konsumen babi guling tidak perlu khawatir karena:

  • Bakteri S.s akan  mati pada suhu 56oC,
  • Hasil penelitian saya menunjukkan babi guling dengan berat antara 20 – 40 kg akan matang pada suhu 110oC selama kurang lebih 2 jam.   Artinya, bakteri S.s pastilah mati pada suhu tersebut.
  • Peralatan lain yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyajian babi guling harus bersih.

            Pemahaman ini sangat perlu diketahui masyarakat luas, kalau tidak,  akan berdampak buruk pada warung makan babi guling dan  peternak babi.   Survei terakhir (Februari 2017) di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung masing-masing terdapat 71 rumah makan babi guling.   Rata-rata menghabiskan satu ekor babi guling setiap hari.  Dari dua wilayah itu saja diperlukan 142 ekor babi setiap hari untuk babi guling yang dijual di rumah makan. Bisa dibayangkan dampak ikutan kalau warung makan tersebut bangkrut.  Kemana

peternak babi akan menjual babinya?

Persembahan babi Guing saat Ngusaba Dalem di Desa Timrah Karangasem

                 Demikian juga  saudara kita di di Desa Timrah  Karangasem yang ketika Ngusaba Dalem   mempersembahkan sampai 850-an babi guling dan di Desa Bugug Karangasem ketika melaksaanakan upacara mapinton  saat piodalan di pura Bukit Gumang, mempersembahkan ribuan babi guling,  jangan sampai gara-gara bakteri S.s, mereka takut mempersembahkan sesaji babi guling.

Kelebihan Lemak Babi

                Selama ini ada orang pobi makan lemak babi, padahal kalau dilihat dari segi kesehatan   kandungan asam lemak lemak babi

 lebih baik dibandingkan lemak sapi.   Menurut Sandra Hermanto dan Anna Muawanah (2009) lemak babi mengandung asam lemak esensial yang lebih tinggi dibandingkan lemak sapi,